Senin, 22 November 2010

SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Energi yang sering kita pakai sehari-hari semakin lama semakin berkurang atau menipis. Karena banyaknya pemakaian yang tidak terkontrol sehingga menimbulkan kelangkaan atau bahkan habis sama sekali. Untuk itu sekarang perlu dipikirkan adanya energi alternative untuk pengganti dari energi yang biasanya sering dipakai . Dibawah ini adalah berbagai sumber energi alternatif yang dapat kita manfaatkan, selain akan membantu udara untuk jadi bersih, penghematan juga akan dapat dilakukan.
Angin. Tenaga kinetik angin sekarang sudah mulai banyak dipergunakan sebagai pemutar angin dengan menggunakan turbin angin baik untuk rumah maupun untuk keperluan bisnis. Satu turbin angin dapat berharga dua setengah milyar rupiah sampai dengan 10 milyar rupiah, tergantung dari ukurannya. Tapi satu turbin saja dapat menghidupi sampai dengan tiga puluh rumah, tapi karena angin tidak selalu bertiup, tenaga cadangan harus selalu tetap tersedia, misalnya dari PLN.
Matahari. Negara kita yang kaya matahari tampaknya sangat cocok menggunakan sumber daya ini. Coba gunakan atap yang terbuat dari sistem tenaga surya yang disebut sel fotovoltaik. Harganya memang tidak murah, untuk atap ukuran standar dapat mencapai 200 juta rupiah. Tapi sistem ini sangat mengurangi tagihan listrik pemilik rumah, apalagi dengan sistem tagihan PLN yang ada sekarang.
Biodiesel. Bahan dasar bahan bakar ini dibuat dari tumbuhan seperti kedelai, kelapa dan sebangsanya, biodiesel adalah bahan bakar non-toxic yang dapat dicampurkan dengan minyak diesel biasa atau digunakan sebagaimana adanya untuk mengurangi emisi.
Nuklir. Dengan bahan bakar uranium, logam yang ditemukan di bebatuan, dan diproses di reaktor nuklir, energi panas yang ada akan digunakan sebagai bahan untuk memutar turbin yang ada. Sumber energi ini tidak melepaskan emisi gas rumah kaca dan tidak malah. 20% sumber listrik di Amerika sudah berbahan bakar nuklir.
Hidrogen. Bagaimana caranya anda menciptakan sumber daya yang sama sekali tidak mengeluarkan apapun kecuali air bersih? Jawabannya adalah sel bahan bakar hidrogen. Masalah yang ada sekarang adalah untuk memisahkan hidrogen dari bentuk komposisinya, misalnya rantai karbon atau air, berarti menggunakan sumber daya lainnya. Penyimpanan hidrogen juga tidak mudah, karena kepadatannya sangat rendah, maka sangatlah sulit untuk menempatkan hidrogen dalam jumlah besar dalam ruangan yang sempit. Oleh karena itulah, walaupun banyak kendaraan mulai menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya, masih sulit didirikan stasiun pengisian hidrogen.

Krisis Energi dunia

Sebuah ramalan telah lahir dan akan memengaruhi masa depan setiap penghuni bumi ini.

Ramalan ini bisa diungkapkan dalam enam kata yang begitu dahsyat : "WE ARE RUNNING OUT OF ENERGY" (saat ini kita sedang kehabisan energi).

Berdasarkan teknologi serta tren produksi dan konsumsi yang ada saat ini, kita sebagai sebuah peradaban akan kehabisan cadangan minyak untuk 25 - 30 tahun ke depan (kurang lebih tahun 2040).

Ramalan-ramalan lain, yang dikeluarkan berdasarkan data-data pendukung, menjurus pada kesimpulan tak terbantahkan : "kalaupun kita membangun reaktor nuklir,pembangkit tenaga surya dan angin, tanaman hidro elektrik dan sumber-sumber energi lain yang terbarukan, toh Kita tetap TIDAK akan mampu memenuhi pesatnya PERMINTAAN ENERGI dalam 30 tahun ke depan".

Masalahnya, kita tidak hanya sedang kehabisan energi untuk menggerakan mesin dunia ini di masa depan tetapi kalaupun kita sekarang segera membangun fasilitar penghasil energi baru, dari listrrik,nuklir , tetap saja kita tidak akan mampu memenuhi kebutuhan yang makin besar !

F.Y.I , Akibat dari krisis Energi : mulai dari Demokrasi yang akan berada di ujung tanduk. Kapitalisme yang akan goyang, hingga pada akhirnya akan meluluhlantakkan kemajuan, pertumbuhan, dan bahkan Peradaban Manusia itu sendiri ! !
 
MASA DEPAN ENERGI

enam syarat bagi sumber-sumber energi masa depan yang akan mengakhiri kebiasaan kita memakai minyak bumi dan akan melestarikan bumi agar tetap layak dihuni :
- Berlimpah
- Andal
-Terbarukan
- Bersih
- Aman.


Sekarang pertanyaan untuk kita dan mungkin akan menggugah seluruh umat manusia adalah :

"Bagaimana caranya agar kita tidak kehabisan energi ?"

Planet Baru "Mirip Bumi" Berlimpah Air


Planet Baru Mirip Bumi Berlimpah Air
Seorang mahasiswa Astronomi ITB memasang alat penglihat teropong bintang yang dapat menjangkau hingga jarak 200 mil pada ITB Expo di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/03/08). (ANTARA / Rezza Estily/ss/ama)
Jakarta (Antara News) - Penemuan "dunia tirta" baru (planet serupa Bumi yang berlimpah air) yang mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya menjadi planet pertama yang diketahui mirip Bumi dan membuat manusia menjadi cukup dekat untuk bisa mengendus atmosfernya, kata para astronom seperti dikutip jurnal Nature.

Dinamai GJ 1214b, ukuran planet ini hanya sekitar 2,7 kali ukuran Planet Bumi dengan massa kira-kira 6,5 kali lebih berat dari Bumi.

Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan mengira GJ 1214b mengandung 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan helium yang merupakan mirip dengan Bumi.

Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah "binatang kejam yang sangat berbeda" dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.

"Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas," kata kepala peneliti David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts.

"(Di planet ini) tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air."

Lebih dari itu, GJ 1214b lebih panas dibandingkan Bumi dan atmosfernya sepuluh kali lebih tebal dibandingkan planet kita, kata para peneliti.

Hal ini mungkin membuat apapun sulit untuk hidup seperti selama ini kita ketahui. Untuk para pemula, tekanan atmosfer terhadap permukaan planet itu besar sekali dan cahaya yang sangat sedikit sulit menembus kabut demi mencapai samudera planet tersebut.

Planet baru menyerupai Bumi ini tetaplah sangat asing.

Planet Super-Earth baru itu ditemukan dengan menggunakan proyek MEarth, satu unit perangkat teleskop kecil berbasis di Bumi yang digunakan untuk mendeteksi perubahan dari menit ke menit dari kekuatan cahaya bintang-bintang merah nan redup yang disebut dengan M dwarfs (bintang cebol).

Kelipan periodik cahaya bintang bisa disebabkan oleh planet-planet yang secara terpisah transit atau mengitari bintang-bintangnya. Karena bintang cebol M dwarfs lebih buram ketimbang bintang-bintang seperti Matahari, maka menjadi lebih mudah menjejak pengurangan kekuatan cahaya yang disebabkan oleh planet-planet seukuran Bumi yang lebih kecil massanya.

Kendati GJ 1214b tidak langsung terlihat, perubahan pasti dalam cahaya bintang karena jejak perjalanannya, memungkinkan para astronom bisa menakar ukuran dan massa planet tersebut, yang nantinya menawarkan petunjuk-petunjuk terhadap komposisi planet itu.

Dan karena dunia tirta begitu dekat ke Bumi, demikian Charbonneau, teleskop optik yang berbasis di antariksa seperti Hubble atau Kepler bisa seharian digunakan untuk mengendus kandungan kimia pasti dari atmosfer planet serupa Bumi itu.

"Sejumlah cahaya dari bintang cebol itu menembus atmosfer planet serupa Bumi tersebut (seperti cahaya Matahari menembus Bumi), dan menempel pada fitur-fitur atom dan molekul apa saja yang ada," kata Charbonneau.

Secara keseluruhan, penemuan ini adalah "pencapaian yang menjadi tonggak" yang bisa menutup kesenjangan ilmiah dalam planetologi, kata Greg Laughin, ilmuwan astrofisika pada Universitas California, Santa Cruz, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

"Saya selalu membayangkan seperti apakah bentuk planet bermassa enam kali dari Bumi itu. Kini kita mengetahuinya. Planet itu benar-benar sangat berbeda dari sistem tata surya kita," kata Laughlin. (*)

Sumber: laman National Geographic dan Jurnal Nature.
COPYRIGHT © 2009

Kita Di Ambang Krisis Energi

Assalamualaikum,,

Salam Energi Baru,,
Kita di ambang krisis energi,,itu judul yang saya tuliskan di atas ,,
kenapa saya menuliskan judul seperti itu??.
Hampir sebagian besar dari kita sudah sering mendengar di berita baik media cetak ataupun media televisi , bahwa bumi kita ini sedang menghadapi sebuah goncangan besar,,sedang menghadapi perubahan besar-besaran ,, diantaranya perubahan iklim ,, perubahan struktur bumi (contohnya adalah mencairnya es di kutub yg menyebabkan volume air di bumi ini meningkat),,Banyaknya terjadi bencana baik gempa,banjir,angin topan,serta perubahan moral dan etika masyarakat.

Bila di tinjau lebih dalam,,bencana dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi adalah akibat dari eksploitasi bumi besar-besaran,mulai dari tambang minyak,batu bara,dan bahan-bahan penghasil energi lainnya.Faktanya persedian minyak sebagai sumber energi pokok yang di pakai di bumi saat ini tidak cukup untuk 70 tahun mendatang,lalu pertanyaannya ,"Sumber energi apa yang di gunakan oleh generasi penerus kita 70 tahun nanti ?" , "Apakah kita akan terus bergantung pada minyak dan bahan tambang lainnya?","Atau ada penyelesaian lain?"

Oleh karena itu dengan kemampuan saya yang sangat terbatas , saya ingin membuka sebuah forum dimana kita bisa saling berbagi ide-ide,tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di bumi kita saat ini.

Semoga blog ini sesuai dengan judul : PLANET 81 yaitu planet impian , dimana sumber energinya tidak hanya bergantung pada minyak dan bahan tambang lainnya yg mudah habis,serta orang-orang yang hidup didalamnya adalah orang-orang yang cinta damai serta saling menghargai satu sama lain.
Sehingga terciptalah sebuah planet yang nyaman ,walapun tidak seindah surga tapi planet ini adalah sebuah jembatan kita menuju surga .

Amin.